Senin, 27 April 2015
Waduk Malahayu
CERITA WADUK MALAHAYU ,BANJARHARJO,BREBES,JAWA TENGAH
creat by:nanoartikel.blogspot.com
WADUK MALAHAYU
Waduk Malahayu Adalah sebuah bendungan peningggalan penjajahan Belanda yang terletak di Daerah kabupaten brebes ,banjarharjo -tepatnya di desa yang bernama desa malahayu ,waduk ini sangat indah sekali,cuman yang perlu disayangkan kini perawatan yang kurang maksimal ,sehingga pesona keindahan waduk malahayu aga memudar,dan yang Terlebih parah waduk ini sering dijadikan tempat berbuat mesum para penggila nafsu sesaat.
tapi tak terlepas dari itu waduk malahayu mempunyai misteri misteri yang cukup menyeramkan .
"foto turen tempat tiga pekerja tewas"
1. 3 pekerja waduk malahayu tewas
Belum lama ini warga waduk malahayu digemparkan dengan kejadian tewas nya para 3 pekerja waduk malahayu didalam bangun yang menjorok ketengah waduk atau warga malahayu menyebutnya "turen"
kejadian itu tepatnya terjadi pada tanggal 07 februari 2013 ,saat itu para pekerja hendak memeperbaiki tembok yang bocor didalam bangun turen ,untuk turun kebawah 4 pekerja itu menggunakan lift yang sudah tersedia di dalam bangun,tanpa mencheck apakah rantai penyaggah lift tersebut masih kuat atau tidak,mereka pun langsung turun untuk memeperbaiki bangunan tersebut .
setelah selesai memperbaiki bangunan tersebut mereka langsung naik keatas dengan menggunakan lift yang mereka tadi pakai untuk turun ,namun naas setelah di setangah perjalanan rantai penyaggah lift yang mereka tumpangi patah ,4 pekerja itu pun langsung terjun kembali kebawah ,dan karena hantaman lift yang mereka tumpangi dengan dasar bangunan tersebut membuat 4 pekerja itu luka luka berat ,dan akhirnya karena tak kuasa menahan rasa sakit 3 pekerja itu pun tewas dan 1 pekerja bisa bertahan dan di larika kerumah sakit derra assyifha.
"tempo dulu"
Asal Usul waduk Malahayu
konon dulunya waduk malahayu adalah sebuah desa cilumbung, dukuh jaer dan cipajang (smb:vicky endrianto).namun karena banayak air yang mengalir ke desa tersebut dan hanya terlewat begiu saja ,maka penjajah belanda memindahkan desa tersebut dan memaksa orang pribumi untuk menggali di ditempat desa tersebut dan membuat pembatas disisian waduk agar air tersebut dapat tertampung untuk mengairi sawah sawah ,dan konon juga banyak orang pribumi yang tewas saat bekerja membuat bendungan tersebut.
3.ULAR siluman "untung"
Untung adalah seekor ular yang dulu sempat dipelihara oleh seorang petani bernama ki jaminar.
saat ki jaminar mencakul sawah dia tidak sengaja mencakul ekor seekor ular sampai terputus, karena merasa kasihan ki jaminar membawa ular tersebut kerumahnya dan memberi nama si buntung ,namun lama kelamaan tanpa diduga sibuntung bertambah besar sampai rumah kijaminar tidak cukup lagi untuk menampung sibuntung .akhirnya sibuntung dilepaskan di waduk malahayu ,dan kini sibuntung atau kadang masyarakat malahayu menamainya siuntung menjadi penjaga dari waduk malahayu ,yang katanya besar siuntung melebihi besar gedung yang ada ditengah danau atau sering disebut 'turen',dan kabar yang pernah saya dengar bahwa pernah ada orang hampir tenggelam diwaduk itu ,namun anehnya orang tersebut tiba tiba berada ditepian waduk,orang orang mengatakan bahwa siuntung sang penjaga waduk telah membantu menyelamatkan orang yang hampir tenggelam tersebut.
Banjarharjo, Brebes
| Banjarharjo | |
|---|---|
| Kecamatan | |
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten | Brebes |
| Pemerintahan | |
| • Camat | - |
| Luas | - km² |
| Jumlah penduduk | - |
| Kepadatan | - jiwa/km² |
| Desa/kelurahan | - |
Geografi
Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah
| Utara | Kecamatan Tanjung, Kecamatan Losari, Kecamatan Kersana |
| Selatan | Kecamatan Salem |
| Barat | Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan ( Jawa Barat ) |
| Timur | Kecamatan Ketanggungan |
Sarana dan prasarana
Sarana kesehatanTerdapat beberapa sarana kesehatan yang tersebar di wilayah Kecamatan Banjarharjo yaitu :
- Puskesmas di setiap desanya
- Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo
- Rumah Sakit(RS) Dera As-syifa
Daftar SMP dan yang sederajat
- SMP Negeri 1 Banjarharjo, Jl. Raya Cikakak No.1
- SMP Negeri 2 Banjarharjo, Jl. Pramuka No. 2 Banjarharjo
- SMP Negeri 3 Banjarharjo, Jl. Bandungsari
- SMP Negeri 4 Banjarharjo, Jl. Desa Malahayu KM 1
- MTs Hidayatul Ummah Malahayu
- MTs Al Hidayah
- MTs Ma'arif NU 06 Bandungsari
- Pondok Pesantren Ass Shodiqin Jl. Makensi Banjarharjo
- SMP Mubarokul Ulum Banjarharjo Jl. Suka Asih No. 8 Pananggapan
- SMA Negeri 1 Banjarharjo
- SMA Mubarokul Ulum Banjarharjo Jl. Suka Asih No. 8 Pananggapan
- SMK Farmasi Banjarharjo
- Obyek wisata
Desa/kelurahan
- Longkrang
- Bandungsari
- Banjar Lor
- Banjarharjo
- Blandongan
- Ciawi
- Cibendung
- Cibuniwangi
- Cigadung
- Cihaur
- Cikakak
- Cikuya
- Cimunding
- Cipajang
- Dukuhjeruk
- Karangmaja
- Kertasari
- Kubangjero
- Malahayu
- Parireja
- Pende
- Sindangheula
- Sukareja
- Tegalreja
- Tiwulandu
- Penanggapan
Tips keuangan "menghindari tilangan polisi" AMPUH
Cara Ampuh, Biar Lolos dari Razia Polisi – Razia polisi, sekarang nampaknya cukup menjadi momok bagi para pengendara, baik motor maupun mobil ya bro-sis. Kadang dengan kelengkapan yang kita miliki pun masih dijadikan alasan untuk diberhentikan. Terutama di lampu-lampu merah di kota besar, atau jalan-jalan arteri. tapi tau nggak bro-sis, ternyata kita juga berhak lho menanyakan alasan razia tersebut, nih beberapa pertanyaan yang bisa bro-sis tanyakan saat kena razia.Tanya Legalitas/Keabsahan Razia Banyak sering kita temui atau pernah dirasakan bahwa polisi lalu lintas secara mendadak memberhentikan kendaraan yang melintas. Pastinya ada satu alasan tuh bro-sis. Tapi jangan panik bro-sis, tanyakan saja keabsahan Razia atau alasan anggota polisi tersebut memberhentikan kendaraan secara baik-baik. Baik berupa tanda pemberitahuan (biasanya sebelum razia ada tanda pemberitahuan), atau surat tugas anggota polisi yang bertugas dari polsek/kesatuan mana, hal tersebut bisa ditanyakan langsung melalui anggota maupun komandannya. Razia gabungan atau resmi biasanya terdiridari lebih dari 10 personil. Kalau kurang dari itu (apalagi tanpa tanda pemberitahuan) maka patut dicurigai kalau itu bukan razia resmi. Namun begitu, bersifatlah respect dan koperatif, maka akan semakin memudahkan bro-sis dari Razia.
Tanyakan Modus Razia Banyak pengendara yang kurang paham dengan beberapa modus razia. Aparat kepolisian melakukan razia dengan beberapa alasan misalnya razia gabungan dengan memeriksa semua kelengkapan kendaraan bermotor, atau razia yang bersifat tentatif seperti curanmor, narkoba, atau perampokan di suatu wilayah. Nah ini penting nih bro-sis, dan wajib ditanyakan. Sekali lagi bersifatlah koperatif dan jangan nyolot. Tanyakan Keperluan Nah, apabila 2 hal tadi sudah ditanyakan, bro-sis bisa tanya kembali alasan bro-sis diberhentikan, terlebih bro-sis merasa lengkap dengan kelengkapan berkendara, seperti memakai helm, spion lengkap, lampu utama menyala, pentil ban terpasang dengan baik, tak melintasi jalur busway, dan motor standar pabrikan. Yang harus ditekankan disini adalah bertanyalah secara santun. Waspadai ‘Oknum’ Anggota Polisi Saat ada gelaran razia, ada saja ‘oknum’ anggota polisi yang memanfaatkan momentum itu untuk mengeruk kepentingan pribadi (biasanya langsung nilang dengan alasan yang nggak masuk akal), nah bro-sis harus waspada dengan hal yang satu ini. Dan apabila tak merasa benar dan masih tetap ditilang, bersikaplah tenang dan mintalah keterangan langsung dari komandannya (biasanya nunggu di mobil). Tanyalah baik-baik dan jangan menghakimi, dijamin komandan akan lebih welcome dan lugas dalam menjelaskan. bahkan mungkin bila bro-sis bersifat respect, akan mendapatkan perlakukan yang setimpal. Nah, simple kan bro-sis?
jombang
JOMBANG - Moch Almuzaqqi (18) dan Achmad Yaqi
Nurrizal (20), keduanya warga Dusun Genjong Kidul, Desa Sidowarek,
Kecamatan Ngoro, motor menabrak tembok rumah warga usai tepergok mencuri
burung cucak ijo, di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Senin (27/4/2015)
petang.
Akibatnya Moch Almuzaqqi tewas seketika. Sedangkan Achmad Yaqi Nurrizal mengalami luka parah, dan kini dirawat intensif di RSUD Jombang.
Kapolsek Diwek AKP Rudi Darmawan membenarkan peristiwa pencurian burung berujung maut tersebut.
Menurutnya, pencurian burung tersebut terjadi Senin sore, di rumah Rohman Ali Imron (28), warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek.
Awalnya korban tengah berada di dalam rumah sedang beristirahat. Sesaat kemudian dua pelaku, dengan mengendarai motor berhenti tepat di depan rumah korban.
Selanjutnya, salah satu pelaku masuk ke teras rumah korban mengambil cucak ijo beserta sangkarnya yang tergantung di teras.
Saat temannya beraksi, seorang temannya sedang menunggu di atas motor dengan kondisi mesin menyala.
Akibatnya Moch Almuzaqqi tewas seketika. Sedangkan Achmad Yaqi Nurrizal mengalami luka parah, dan kini dirawat intensif di RSUD Jombang.
Kapolsek Diwek AKP Rudi Darmawan membenarkan peristiwa pencurian burung berujung maut tersebut.
Menurutnya, pencurian burung tersebut terjadi Senin sore, di rumah Rohman Ali Imron (28), warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek.
Awalnya korban tengah berada di dalam rumah sedang beristirahat. Sesaat kemudian dua pelaku, dengan mengendarai motor berhenti tepat di depan rumah korban.
Selanjutnya, salah satu pelaku masuk ke teras rumah korban mengambil cucak ijo beserta sangkarnya yang tergantung di teras.
Saat temannya beraksi, seorang temannya sedang menunggu di atas motor dengan kondisi mesin menyala.
Langganan:
Komentar (Atom)








